Alan Creative

[Infografis] Kebijakan Privasi Whatsapp

Sebagai salah satu platform berkirim pesan paling populer di dunia, WhatsApp tampaknya sering menjadi sorotan lewat sepak terjang yang dilakukannya dalam beberapa tahun ke belakang.

Keputusan WhatsApp untuk menerima tawaran akuisisi Facebook sebesar US$19 miliar (sekitar Rp250 triliun) pada Februari 2014 silam membuat banyak pihak berspekulasi adanya perubahan visi dan strukturisasi WhatsApp.

Kendati demikian, Jan Koum selaku CEO WhatsApp menyanggah hal tersebut. Lewat blog resmi WhatsApp, Jan berjanji perusahannya akan berjalan secara otonom. Dan yang paling penting, ia berkomitmen untuk tetap menjadikan WhatsApp bebas dari iklan.

Cek juga infografis humor kami tentang apa saja yang bisa dilakukan dengan uang akuisisi WhatsApp untuk Kota Jakarta

Namun, keputusan WhatsApp untuk mengubah kebijakan privasinya dirasa berlawanan dengan ucapan Jan Koum saat itu. Kebijakan baru ini memungkinkan Facebook untuk mengakses informasi perangkat yang dimiliki pengguna. WhatsApp juga memperkenalkan akun bisnis yang berpotensi mendatangkan iklan kepada para penggunanya.

Apa saja hal penting terjadi sejak WhatsApp dibangun? Janji-janji apa saja yang diucapkan WhatsApp tapi diingkari? Bagaimana dampak perubahan privasi ini bagi pengguna? Serta bagaimana menanggulanginya? Untuk itu, Tech in Asia mencoba merangkum serba-serbi kebijakan privasi baru WhatsApp yang mengundang kontroversi lewat infografis singkat di bawah ini.

WhatsApp Privacy Infografis | Infografis

Sumber: TechinAsia

No Comments
Post a Comment