{"id":24352,"date":"2025-08-29T14:46:16","date_gmt":"2025-08-29T07:46:16","guid":{"rendered":"https:\/\/alan.co.id\/?p=24352"},"modified":"2025-08-29T14:46:17","modified_gmt":"2025-08-29T07:46:17","slug":"trik-mengemas-hard-selling-jadi-soft-selling","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/alan.co.id\/en\/trik-mengemas-hard-selling-jadi-soft-selling\/","title":{"rendered":"Trik Mengemas Hard Selling Jadi Soft Selling"},"content":{"rendered":"<p>Halo, <a href=\"http:\/\/Trik Mengemas Hard Selling Jadi Soft Selling Halo, Alan Lovers! Kalau ngomongin soal jualan, pasti kamu pernah denger istilah hard selling dan soft selling. Dua-duanya sama-sama teknik untuk menjual, tapi cara pendekatannya beda banget. Hard selling itu kayak langsung nembak, \u201cAyo beli sekarang, diskon cuma hari ini!\u201d Sedangkan soft selling lebih halus, lebih persuasif, dan biasanya nggak bikin orang merasa dipaksa. Nah, masalahnya, banyak brand yang masih kebablasan pakai hard selling terus-terusan. Akhirnya, audiens malah kabur karena ngerasa di-spam. Padahal, kalau bisa dikemas dengan tepat, hard selling tetap bisa berubah jadi soft selling yang lebih ramah buat konsumen. Kenapa Hard Selling Sering Dianggap Nggak Enak? Bayangin lagi scroll Instagram, tiba-tiba muncul iklan yang isinya teriak-teriak soal harga murah, diskon gede, atau \u201cbeli sekarang juga!\u201d. Mungkin sekali dua kali masih oke, tapi kalau terus-menerus, rasanya capek juga kan? Orang zaman sekarang udah makin pinter. Mereka nggak mau sekadar jadi target iklan, tapi pengin dapat value lebih dulu sebelum memutuskan beli. Di sinilah soft selling jadi senjata penting. Trik Biar Hard Selling Terasa Soft 1. Cerita Dulu, Jualan Belakangan Daripada langsung kasih promo, coba kemas dalam bentuk cerita. Misalnya, kamu jual skincare, jangan langsung bilang \u201cdiskon 50%\u201d. Coba ceritain dulu pengalaman orang yang kulitnya membaik setelah rutin pakai produkmu. Orang lebih gampang terhubung dengan cerita dibanding angka. 2. Tawarkan Edukasi Soft selling sering dikemas dalam bentuk tips atau informasi bermanfaat. Misalnya, kamu jual kopi, bikin konten tentang cara nyeduh kopi biar lebih nikmat. Di ujung konten, kamu bisa selipin produkmu sebagai pilihan rekomendasi. Jadi, konsumen merasa terbantu dulu sebelum diajak beli. 3. Gunakan Bahasa Persuasif, Bukan Memaksa Hard selling sering terkesan \u201cnyuruh\u201d atau \u201cmaksa\u201d. Padahal, kamu bisa ganti dengan bahasa yang lebih persuasif. Contohnya, daripada bilang \u201cBeli sekarang juga!\u201d, coba ubah jadi \u201cCobain sendiri rasanya, siapa tahu cocok sama kamu.\u201d Lebih halus kan? 4. Bangun Hubungan, Bukan Sekadar Transaksi Konsumen sekarang pengin merasa dihargai. Jadi, coba posisikan brand-mu bukan cuma penjual, tapi juga teman. Respon komentar mereka, bikin interaksi yang hangat, dan jadikan media sosial bukan cuma tempat jualan tapi juga ruang ngobrol. 5. Mainkan Visual dan Storytelling Konten dengan visual menarik plus storytelling yang nyambung jauh lebih enak dikonsumsi dibanding iklan polos yang penuh angka. Misalnya, brand fashion sering pakai gaya hidup tertentu buat nunjukkin produknya, bukan sekadar pasang foto baju dengan tulisan \u201cdiskon besar\u201d. Contoh Kasus Sederhana Misalnya kamu jual kursus bahasa Inggris online. Hard selling: \u201cDiskon 70% khusus hari ini, daftar sekarang juga!\u201d Kalau dikemas jadi soft selling: kamu bikin konten video singkat tentang anak muda yang bisa dapet beasiswa karena lancar bahasa Inggris. Di akhir video, kamu masukin kalimat: \u201cKalau kamu juga mau punya peluang yang sama, coba deh kursus di sini.\u201d Lebih smooth, lebih natural, dan audiens merasa itu solusi, bukan paksaan. Jadi, kuncinya bukan menghindari hard selling, tapi mengemasnya jadi lebih soft. Cerita, edukasi, bahasa persuasif, interaksi hangat, dan storytelling adalah senjata buat bikin iklanmu lebih diterima audiens. Ingat, orang nggak suka dipaksa beli, tapi mereka suka kalau dibantu menemukan solusi. Kalau kamu bisa mengubah hard selling jadi soft selling, bukan cuma penjualan yang naik, tapi brand kamu juga bakal lebih disukai. Buat kamu yang lagi nyari jasa pembuatan iklan, aplikasi, website, tapi takut banget enggak trusted. Kamu bisa banget tengok Alan Creative, di sana terdapat banyak sekali layanan yang bisa banget kamu coba. Dimulai dari layanan pembuatan aplikasi, website, iklan, hingga strategi marketing. Lengkap, komplit, dan pastinya berkualitas. Yuk, tunggu apalagi?! Hubungi Alan Creative sekarang juga.\">Alan Lovers!<\/a> Kalau ngomongin soal jualan, pasti kamu pernah denger istilah hard selling dan soft selling. Dua-duanya sama-sama teknik untuk menjual, tapi cara pendekatannya beda banget. Hard selling itu kayak langsung nembak, <em>\u201cAyo beli sekarang, diskon cuma hari ini!\u201d<\/em> Sedangkan soft selling lebih halus, lebih persuasif, dan biasanya nggak bikin orang merasa dipaksa.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, masalahnya, banyak brand yang masih kebablasan pakai hard selling terus-terusan. Akhirnya, audiens malah kabur karena ngerasa di-spam. Padahal, kalau bisa dikemas dengan tepat, <a href=\"https:\/\/alan.co.id\/en\/tips-soft-selling-bikin-audiens-gak-sadar-lagi-didorong\/\">hard selling tetap bisa berubah jadi soft selling yang lebih ramah buat konsumen.<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kenapa-hard-selling-sering-dianggap-nggak-enak\"><strong>Kenapa Hard Selling Sering Dianggap Nggak Enak?<\/strong><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"768\" src=\"https:\/\/alan.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/justin-lim-JKjBsuKpatU-unsplash-1024x768.jpg\" alt=\"Soft Selling\" class=\"wp-image-23599\" style=\"width:435px;height:auto\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Soft Selling | Source pict by Unsplash<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Bayangin lagi scroll Instagram, tiba-tiba muncul iklan yang isinya teriak-teriak soal harga murah, diskon gede, atau <em>\u201cbeli sekarang juga!\u201d<\/em>. <a href=\"https:\/\/alan.co.id\/en\/strategi-hard-selling-bagaimana-digunakan-dengan-efektif\/\">Mungkin sekali dua kali masih oke,<\/a> tapi kalau terus-menerus, rasanya capek juga kan?<\/p>\n\n\n\n<p>Orang zaman sekarang udah makin pinter. Mereka nggak mau sekadar jadi target iklan, tapi pengin dapat value lebih dulu sebelum memutuskan beli. Di sinilah soft selling jadi senjata penting.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-trik-biar-hard-selling-terasa-soft\"><strong>Trik Biar Hard Selling Terasa Soft<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-1-cerita-dulu-jualan-belakangan\">1. Cerita Dulu, Jualan Belakangan<\/h3>\n\n\n\n<p>Daripada langsung kasih promo, coba kemas dalam bentuk cerita. Misalnya, kamu jual skincare, jangan langsung bilang \u201c<em>diskon 50%\u201d.<\/em> Coba ceritain dulu pengalaman orang yang kulitnya membaik setelah rutin pakai produkmu. <a href=\"https:\/\/alan.co.id\/en\/tips-soft-selling-trik-jualan-halus-yang-ampuh\/\">Orang lebih gampang terhubung dengan cerita dibanding angka.<\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-2-tawarkan-edukasi\">2. Tawarkan Edukasi<\/h3>\n\n\n\n<p>Soft selling sering dikemas dalam bentuk tips atau informasi bermanfaat. Misalnya, kamu jual kopi, bikin konten tentang cara nyeduh kopi biar lebih nikmat. Di ujung konten, kamu bisa selipin produkmu sebagai pilihan rekomendasi. Jadi, konsumen merasa terbantu dulu sebelum diajak beli.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-3-gunakan-bahasa-persuasif-bukan-memaksa\">3. Gunakan Bahasa Persuasif, Bukan Memaksa<\/h3>\n\n\n\n<p>Hard selling sering terkesan nyuruh atau maksa. Padahal, k<a href=\"https:\/\/alan.co.id\/en\/tanpa-maksa-trik-soft-selling-yang-cocok-untuk-kuliner-ramadan\/\">amu bisa ganti dengan bahasa yang lebih persuasif.<\/a> Contohnya, daripada bilang <em>\u201cBeli sekarang juga!\u201d<\/em>, coba ubah jadi \u201c<em>Cobain sendiri rasanya, siapa tahu cocok sama kamu.\u201d<\/em> Lebih halus kan?<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-4-bangun-hubungan-bukan-sekadar-transaksi\">4. Bangun Hubungan, Bukan Sekadar Transaksi<\/h3>\n\n\n\n<p>Konsumen sekarang pengin merasa dihargai. Jadi, coba posisikan brand mu bukan cuma penjual, tapi juga teman. Respon komentar mereka, bikin interaksi yang hangat, dan jadikan media sosial bukan cuma tempat jualan tapi juga ruang ngobrol.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-5-mainkan-visual-dan-storytelling\">5. Mainkan Visual dan Storytelling<\/h3>\n\n\n\n<p>Konten dengan visual menarik plus storytelling yang nyambung jauh lebih enak dikonsumsi dibanding iklan polos yang penuh angka. Misalnya, <a href=\"https:\/\/alan.co.id\/en\/calon-customer-nggak-suka-dikejar-kejar-iklan-coba-strategi-ini\/\">brand fashion sering pakai gaya hidup tertentu <\/a>buat nunjukkin produknya, bukan sekadar pasang foto baju dengan tulisan diskon besar.<\/p>\n\n\n\n<p>Kuncinya bukan menghindari hard selling, tapi mengemasnya jadi lebih soft. Cerita, edukasi, bahasa persuasif, interaksi hangat, dan storytelling adalah senjata buat bikin iklan kamu lebih diterima audiens.<\/p>\n\n\n\n<p>Ingat, orang nggak suka dipaksa beli, tapi mereka suka kalau dibantu menemukan solusi. Kalau kamu bisa mengubah hard selling jadi soft selling, bukan cuma penjualan yang naik, tapi brand kamu juga bakal lebih disukai.<\/p>\n\n\n\n<p>Buat kamu yang lagi nyari jasa pembuatan iklan, aplikasi, website, tapi takut banget enggak trusted. Kamu bisa banget tengok Alan Creative, di sana terdapat banyak sekali layanan yang bisa banget kamu coba. Dimulai dari layanan pembuatan aplikasi, website, iklan, hingga strategi marketing. <a href=\"https:\/\/wa.me\/6281994999444\">Lengkap, komplit, dan pastinya berkualitas. Yuk, tunggu apalagi?! Hubungi Alan Creative sekarang juga.<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/alan.co.id\/en\/tanpa-maksa-trik-soft-selling-yang-cocok-untuk-kuliner-ramadan\/\">Tanpa Maksa! Trik Soft Selling yang Cocok untuk Kuliner<\/a><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Halo, Alan Lovers! Kalau ngomongin soal jualan, pasti kamu pernah denger istilah hard selling dan soft selling. Dua-duanya sama-sama teknik untuk menjual, tapi cara pendekatannya beda banget. Hard selling itu kayak langsung nembak, \u201cAyo beli sekarang, diskon cuma hari ini!\u201d Sedangkan soft selling lebih halus, lebih persuasif, dan biasanya nggak bikin orang merasa dipaksa. Nah, [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":11,"featured_media":23599,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_joinchat":[],"footnotes":""},"categories":[2373],"tags":[5749,5746,5747,5748,5745],"class_list":["post-24352","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pemasaran","tag-cara-biar-jualan-soft-selling","tag-cara-membuat-hard-selling","tag-hard-selling-dan-soft-selling","tag-tips-biar-nggal-hard-selling","tag-trik-mengemas-hard-selling"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v22.5 (Yoast SEO v26.7) - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Trik Mengemas Hard Selling Jadi Soft Selling<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Hard selling sering bikin audiens kabur, tapi dengan trik tepat bisa dikemas jadi soft selling yang persuasif dan ramah.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/alan.co.id\/en\/trik-mengemas-hard-selling-jadi-soft-selling\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Software house dan Creative Agency Nomor 1 di Indonesia.\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Alan Creative merupakan software house dan creative agency yang membantu klien membuat aplikasi android\/iOS, website, konten media sosial hingga KOL management.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/alan.co.id\/en\/trik-mengemas-hard-selling-jadi-soft-selling\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Alan Creative\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/facebook.com\/alancreativeid\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-29T07:46:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-29T07:46:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/alan.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/justin-lim-JKjBsuKpatU-unsplash-scaled-e1753772019124.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1170\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Tri Ramadani\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@alancreativeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@alancreativeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Tri Ramadani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/alan.co.id\/trik-mengemas-hard-selling-jadi-soft-selling\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/alan.co.id\/trik-mengemas-hard-selling-jadi-soft-selling\/\"},\"author\":{\"name\":\"Tri Ramadani\",\"@id\":\"https:\/\/alan.co.id\/#\/schema\/person\/255a93c547dee3d1fdd713a1b8f15eba\"},\"headline\":\"Trik Mengemas Hard Selling Jadi Soft Selling\",\"datePublished\":\"2025-08-29T07:46:16+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-29T07:46:17+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/alan.co.id\/trik-mengemas-hard-selling-jadi-soft-selling\/\"},\"wordCount\":512,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/alan.co.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/alan.co.id\/trik-mengemas-hard-selling-jadi-soft-selling\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/alan.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/justin-lim-JKjBsuKpatU-unsplash-scaled-e1753772019124.jpg\",\"keywords\":[\"cara Biar jualan Soft Selling\",\"Cara membuat Hard Selling\",\"Hard Selling dan Soft Selling\",\"Tips Biar Nggal hard Selling\",\"Trik Mengemas Hard Selling\"],\"articleSection\":[\"pemasaran\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/alan.co.id\/trik-mengemas-hard-selling-jadi-soft-selling\/\",\"url\":\"https:\/\/alan.co.id\/trik-mengemas-hard-selling-jadi-soft-selling\/\",\"name\":\"Trik Mengemas Hard Selling Jadi Soft Selling\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/alan.co.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/alan.co.id\/trik-mengemas-hard-selling-jadi-soft-selling\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/alan.co.id\/trik-mengemas-hard-selling-jadi-soft-selling\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/alan.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/justin-lim-JKjBsuKpatU-unsplash-scaled-e1753772019124.jpg\",\"datePublished\":\"2025-08-29T07:46:16+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-29T07:46:17+00:00\",\"description\":\"Hard selling sering bikin audiens kabur, tapi dengan trik tepat bisa dikemas jadi soft selling yang persuasif dan ramah.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/alan.co.id\/trik-mengemas-hard-selling-jadi-soft-selling\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/alan.co.id\/trik-mengemas-hard-selling-jadi-soft-selling\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/alan.co.id\/trik-mengemas-hard-selling-jadi-soft-selling\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/alan.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/justin-lim-JKjBsuKpatU-unsplash-scaled-e1753772019124.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/alan.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/justin-lim-JKjBsuKpatU-unsplash-scaled-e1753772019124.jpg\",\"width\":1560,\"height\":1170,\"caption\":\"Soft Selling | Source pict by Unsplash\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/alan.co.id\/trik-mengemas-hard-selling-jadi-soft-selling\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/alan.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Trik Mengemas Hard Selling Jadi Soft Selling\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/alan.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/alan.co.id\/\",\"name\":\"Alan Creative\",\"description\":\"Jasa Aplikasi, Jasa Website dan Konten Media Sosial, dan Jasa Logo &amp; Branding di Indonesia\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/alan.co.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/alan.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/alan.co.id\/#organization\",\"name\":\"Alan Creative\",\"url\":\"https:\/\/alan.co.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/alan.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/alan.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/avatar-removebg-preview2.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/alan.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/avatar-removebg-preview2.png\",\"width\":500,\"height\":386,\"caption\":\"Alan Creative\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/alan.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/facebook.com\/alancreativeid\",\"https:\/\/x.com\/alancreativeid\",\"https:\/\/instagram.com\/alancreativeid\",\"https:\/\/tiktok.com\/@alancreativeid\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/alan.co.id\/#\/schema\/person\/255a93c547dee3d1fdd713a1b8f15eba\",\"name\":\"Tri Ramadani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/alan.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c2eba330d4e773b253d42da40ad0014055903b7f4196c1aab8b9aab2ebff2700?s=96&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c2eba330d4e773b253d42da40ad0014055903b7f4196c1aab8b9aab2ebff2700?s=96&r=g\",\"caption\":\"Tri Ramadani\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/alan.co.id\"],\"url\":\"https:\/\/alan.co.id\/en\/author\/triramadhani\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Trik Mengemas Hard Selling Jadi Soft Selling","description":"Hard selling sering bikin audiens kabur, tapi dengan trik tepat bisa dikemas jadi soft selling yang persuasif dan ramah.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/alan.co.id\/en\/trik-mengemas-hard-selling-jadi-soft-selling\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Software house dan Creative Agency Nomor 1 di Indonesia.","og_description":"Alan Creative merupakan software house dan creative agency yang membantu klien membuat aplikasi android\/iOS, website, konten media sosial hingga KOL management.","og_url":"https:\/\/alan.co.id\/en\/trik-mengemas-hard-selling-jadi-soft-selling\/","og_site_name":"Alan Creative","article_publisher":"https:\/\/facebook.com\/alancreativeid","article_published_time":"2025-08-29T07:46:16+00:00","article_modified_time":"2025-08-29T07:46:17+00:00","og_image":[{"width":1560,"height":1170,"url":"https:\/\/alan.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/justin-lim-JKjBsuKpatU-unsplash-scaled-e1753772019124.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Tri Ramadani","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@alancreativeid","twitter_site":"@alancreativeid","twitter_misc":{"Written by":"Tri Ramadani","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/alan.co.id\/trik-mengemas-hard-selling-jadi-soft-selling\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/alan.co.id\/trik-mengemas-hard-selling-jadi-soft-selling\/"},"author":{"name":"Tri Ramadani","@id":"https:\/\/alan.co.id\/#\/schema\/person\/255a93c547dee3d1fdd713a1b8f15eba"},"headline":"Trik Mengemas Hard Selling Jadi Soft Selling","datePublished":"2025-08-29T07:46:16+00:00","dateModified":"2025-08-29T07:46:17+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/alan.co.id\/trik-mengemas-hard-selling-jadi-soft-selling\/"},"wordCount":512,"publisher":{"@id":"https:\/\/alan.co.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/alan.co.id\/trik-mengemas-hard-selling-jadi-soft-selling\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/alan.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/justin-lim-JKjBsuKpatU-unsplash-scaled-e1753772019124.jpg","keywords":["cara Biar jualan Soft Selling","Cara membuat Hard Selling","Hard Selling dan Soft Selling","Tips Biar Nggal hard Selling","Trik Mengemas Hard Selling"],"articleSection":["pemasaran"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/alan.co.id\/trik-mengemas-hard-selling-jadi-soft-selling\/","url":"https:\/\/alan.co.id\/trik-mengemas-hard-selling-jadi-soft-selling\/","name":"Trik Mengemas Hard Selling Jadi Soft Selling","isPartOf":{"@id":"https:\/\/alan.co.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/alan.co.id\/trik-mengemas-hard-selling-jadi-soft-selling\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/alan.co.id\/trik-mengemas-hard-selling-jadi-soft-selling\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/alan.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/justin-lim-JKjBsuKpatU-unsplash-scaled-e1753772019124.jpg","datePublished":"2025-08-29T07:46:16+00:00","dateModified":"2025-08-29T07:46:17+00:00","description":"Hard selling sering bikin audiens kabur, tapi dengan trik tepat bisa dikemas jadi soft selling yang persuasif dan ramah.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/alan.co.id\/trik-mengemas-hard-selling-jadi-soft-selling\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/alan.co.id\/trik-mengemas-hard-selling-jadi-soft-selling\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/alan.co.id\/trik-mengemas-hard-selling-jadi-soft-selling\/#primaryimage","url":"https:\/\/alan.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/justin-lim-JKjBsuKpatU-unsplash-scaled-e1753772019124.jpg","contentUrl":"https:\/\/alan.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/justin-lim-JKjBsuKpatU-unsplash-scaled-e1753772019124.jpg","width":1560,"height":1170,"caption":"Soft Selling | Source pict by Unsplash"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/alan.co.id\/trik-mengemas-hard-selling-jadi-soft-selling\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/alan.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Trik Mengemas Hard Selling Jadi Soft Selling"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/alan.co.id\/#website","url":"https:\/\/alan.co.id\/","name":"Alan Creative","description":"Jasa Aplikasi, Jasa Website dan Konten Media Sosial, dan Jasa Logo &amp; Branding di Indonesia","publisher":{"@id":"https:\/\/alan.co.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/alan.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/alan.co.id\/#organization","name":"Alan Creative","url":"https:\/\/alan.co.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/alan.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/alan.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/avatar-removebg-preview2.png","contentUrl":"https:\/\/alan.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/avatar-removebg-preview2.png","width":500,"height":386,"caption":"Alan Creative"},"image":{"@id":"https:\/\/alan.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/facebook.com\/alancreativeid","https:\/\/x.com\/alancreativeid","https:\/\/instagram.com\/alancreativeid","https:\/\/tiktok.com\/@alancreativeid"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/alan.co.id\/#\/schema\/person\/255a93c547dee3d1fdd713a1b8f15eba","name":"Tri Ramadani","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/alan.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c2eba330d4e773b253d42da40ad0014055903b7f4196c1aab8b9aab2ebff2700?s=96&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c2eba330d4e773b253d42da40ad0014055903b7f4196c1aab8b9aab2ebff2700?s=96&r=g","caption":"Tri Ramadani"},"sameAs":["http:\/\/alan.co.id"],"url":"https:\/\/alan.co.id\/en\/author\/triramadhani\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/alan.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24352","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/alan.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/alan.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/alan.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/11"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/alan.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24352"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/alan.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24352\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24396,"href":"https:\/\/alan.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24352\/revisions\/24396"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/alan.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23599"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/alan.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24352"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/alan.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24352"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/alan.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24352"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}