{"id":6704,"date":"2023-03-20T19:25:46","date_gmt":"2023-03-20T12:25:46","guid":{"rendered":"https:\/\/alan.co.id\/?p=6704"},"modified":"2023-03-21T08:53:18","modified_gmt":"2023-03-21T01:53:18","slug":"software-development-methodology-kenali-definisi-dan-jenisnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/alan.co.id\/en\/software-development-methodology-kenali-definisi-dan-jenisnya\/","title":{"rendered":"Software Development Methodology: Kenali Definisi dan Jenisnya"},"content":{"rendered":"<p>Halo, Alan Lovers! Dalam mengembangkan sebuah <em>software<\/em>, dikenal istilah yang disebut dengan <em>software development metodhology<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat kita melakukan sesuatu, ada metode yang dibutuhkan dan digunakan. Metode berfungsi sebagai pedoman cara atau langkah yang harus dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk lebih jelasnya, mari kita kenali definisi dan jenis <em>software development methodology<\/em> yang harus kalian tau. Simak artikel ini hingga selesai!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-definisi-dan-konsep-software-development-methodology\">Definisi dan Konsep Software Development Methodology<\/h2>\n\n\n\n<p><em>Software development methodology<\/em> merujuk pada <em>pre-defined<\/em> atau petunjuk yang digunakan sebagai panduan dalam mengembangkan sebuah <em>software<\/em>. SDLC (<em>Software Development Lice Cycle<\/em>) memungkinkan <em>developers<\/em> untuk mengakses berbagai informasi dari sebuah sistem informasi secara spesifik selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n<p>Setiap proyek pengembangan <em>software<\/em> memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Begitupula dengan metologi pengembangan <em>software<\/em>-nya, menyesuaikan dengan kebutuhan proyek.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa faktor yang mempengaruhi pemilihan metode pengembangan <em>software<\/em> diantaranya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Tujuan<\/li>\n\n\n\n<li>Struktur tim<\/li>\n\n\n\n<li>Kebutuhan<\/li>\n\n\n\n<li>dan lain sebagainya.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Keberadaan metodole ini ditujukan untuk mengatur <em>workflow<\/em> dan manajemen proyek. Meskipun sedikit berhubungan dengan hal-hal teknikal, metode menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan proyek pengembangan <em>software<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jenis-Jenis Software Development Methodologies<\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah mengenai definisi dari <em>software development methodology<\/em>, berikut kami sajikan beberapa jenisnya yang harus kalian ketahui!<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-1-agile\">1. Agile<\/h3>\n\n\n\n<p>Agile merupakan jenis pengembangan <em>software<\/em> yang cukup dikenal secara luas. Hal ini seringkali digunakan sebagai pewadahan metodologi-metodologi yang sifatnya <strong><em>agile<\/em><\/strong> secara alamiah, atau istilahnya <em>sat set<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Metodologi pengembangan <em>software<\/em> yang <em><strong>agile<\/strong><\/em> umumnya memiliki kekuatan yang terdiri dari proses iterasi, kolaborasi, dan efisiensi kerja. Hal ini berbeda dengan metodologi tradisional yang cenderung kaku.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam <em>agile methodology<\/em>, dikenal beberapa prinsip yang diantaranya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pembagian proyek menjadi langkah-langkah kecil<\/li>\n\n\n\n<li>Pengembangan yang progresif secara bertahap, tidak langsung menyelesaikan secara keseluruhan secara langsung.<\/li>\n\n\n\n<li>Pengembangan bagian-bagian proyek dilakukan dalam waktu yang singkat.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengedepankan proses interaksi yang konstan dan berkelanjutan dengan klien selama proses pengembangan<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Waterfall<\/h3>\n\n\n\n<p><em>Waterfall methodology<\/em> merupakan metodologi tradisional dalam pengembangan <em>software<\/em>. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bahkan metodologi tradisional cenderung bersifat kaku. Oleh karenanya, metodologi ini sudah mulai jarang untuk digunakan .<\/p>\n\n\n\n<p>Meski begitu, metode waterfall masih sering digunakan bukan dalam ranah <em>product development<\/em>, tetapi <em>project management<\/em>. Di awal proyek, manajer proyek mengumpulkan berbagai informasi yang dibutuhkan untuk membuat <em>action plan<\/em>. Setelah itu, rencana direalisasikan <em>step by step<\/em> dengan menyelesaikan satu <em>task<\/em> yang kemudian berpindah ke <em>task <\/em>lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pendekatan ini cenderung rigid atau kaku, tidak memberikan ruang untuk penyesuaian dan iterasi. Dalam metode ini, ada enam langkah yang harus dilakukan, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong><em>Requirements<\/em>:<\/strong> Ini merupakan tahap konseptualisasi dimana <em>developers<\/em> menentukan hal-hal mendasar dalam proyek yang dikembangkan. Misalnya tujuan proyek.<\/li>\n\n\n\n<li><strong><em>System design:<\/em><\/strong> Dalam tahap ini, <em>developer<\/em> menjabarkan arsitektur <em>software<\/em> serta hal-hal lainnya terkait desain sistem dari produk yang dikembangkan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong><em>Implementation:<\/em><\/strong> <em>Developers<\/em> mengembangkan <em>software<\/em> secara terpisah dan menguji fungsionalitasnya secara terisolir.<\/li>\n\n\n\n<li><strong><em>Integration and testing: <\/em><\/strong>Bagian-bagian yang dikembangkan secara terpisah sebelumnya digabungkan untuk dites secara integragratif.<\/li>\n\n\n\n<li><strong><em>Deplyomnet:<\/em><\/strong> <em>Software<\/em> sudah dapat diluncurkan ke pasar ataupun digunakan oleh klien.<\/li>\n\n\n\n<li><strong><em>Maintenance:<\/em><\/strong> <em>Developers<\/em> mencoba untuk memperbaiki berbagai masalah yang diketahui saat digunakan secara &#8220;nyata&#8221;. Dalam artian digunakan oleh klien ataupun massa.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. DevOps<\/h3>\n\n\n\n<p>DevOps merupakan kombinasi dari <strong>Dev<\/strong> (<em>software development<\/em>) dan <strong>Ops<\/strong> (<em>information technology operations<\/em>). Secara bersamaan, membentuk sebuah desain sistem yang dapat meningkatkan komunikasi dan kolaborasi antar divisi dalam sebuah proyek.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal tersebut merupakan <em>loop<\/em> komunikasi antara <em>developer<\/em> produk dan tim Ops (<em>IT operation<\/em>). Seperti proses agile lainnya, metodologi ini bertumpu pada kontinuitas <em>feedback<\/em> yang didapatkan untuk meningkatkan efisiensi kerja, kepuasaan <em>customer<\/em>, dan minimalisir resiko.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Spiral<\/h3>\n\n\n\n<p><em>Spiral methodology<\/em> membagi tahap pengembangan menjadi empat fase. <em>Developer<\/em> secara berkelanjutan melewati fase-fase tersebut. Setelah selesai, mereka melakukan iterasi pengembangan selanjutnya dengan tujuan memoles produk pada setiap iterasi. Empat fase dalam metodologi ini antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong><em>Planning<\/em>:\u00a0<\/strong><em>Developer<\/em> menetapkan objektif yang harus dicapai dalam sebuah tahap pengembangan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong><em>Risk analysis<\/em>:<\/strong> <em>Developer<\/em> memprediksi resiko dan mencoba untuk menghadirkan solusi dari resiko-resiko tersebut.<\/li>\n\n\n\n<li><strong><em>Engineering<\/em>:<\/strong> <em>Developer<\/em> mendesain dan mengembangkan produk berdasarkan hasil perencaan fase-fase sebelumnya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong><em>Evaluation<\/em>:\u00a0<\/strong><em>Developer<\/em> mengevaluasi status proyek dan membuat rencana untuk iterasi selanjutnya.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Rapid Application Development<\/h3>\n\n\n\n<p><em>Rapid Application Development<\/em> (RAD) atau yang sering juga disebut dengan <em>Rapid Application Building<\/em> (RAB) merupakan bagian dari <em>agile methodology<\/em> yang bertujuan untuk menghasilkan produk dengan kualitas terbaik. Namun, dengan <em>low-cost investment<\/em>. <\/p>\n\n\n\n<p>Prioritas dalam proses pengembangannya terletak pada <em>prototyping<\/em> dan iterasi yang sering dilakukan. Fase-fase dalam RAD diantaranya:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Requirements planning:\u00a0<\/strong><em>Developer<\/em> menentukan persyaratan dan spesifikasi dari proyek yang akan dilaksanakan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>User design:\u00a0<\/strong><em>Developer<\/em> dan klien bekerjasama dalam proses iterasi melalui <em>prototype<\/em> yang dibuat. Mereka melakuka tes dan diskusi mengenai keberhasilannya. Proses ini dilakukan secara sirkular hingga menemukan titik yang pas.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Construction:\u00a0<\/strong>Berdasarkan prototipe yang pas tersebut, <em>developer<\/em> membuat <em>software<\/em> versi final.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Cutover:\u00a0<\/strong>Dalam tahap akhir ini, hal yang dilakukan adalah persiapan untuk meluncurkan produk. Termasuk konversi data, tes produk, dan <em>user training<\/em>.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Dynamic Systems Development<\/h3>\n\n\n\n<p>Metodologi ini, yang biasa disebut DSDM, merupakan variasi dari RAD. DSDM menekankan kolaborasi antara klien atau pengguna untuk terlibat dalam proses iterasi. Proses pengembangannya dilakukan secara <em>incremental<\/em> atau bertahap, dimana <em>developer<\/em> pada awalnya menyajikan prototipe dalam bentuk <em>minimum viable product<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Metodologi ini memiliki empat fase, diantaranya:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Feasibility and business study:\u00a0<\/strong><em>Developer<\/em> menentukan persyaratan dan kebutuhan proyek.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Functional model and prototype iteration:\u00a0<\/strong><em>Developer<\/em> memproduksi prototipe yang menunjukan sisi fungsionalitasnya, bukan hanya visual.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Design and build iteration:\u00a0<\/strong><em>Developer<\/em> memoles prototipe hingga mencapai <em>acceptable functional model<\/em> atau model yang memiliki titik fungsionalitas pas.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Implementation:\u00a0<\/strong>Pengguna menjalani pelatihan, dan<em> software<\/em> memasuki lingkungan operasional.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. Extreme Programming<\/h3>\n\n\n\n<p><em>Extreme programming<\/em> atau XP adalah sebuah metodologi yang didasarkan untuk meningkatkan kualitas <em>software<\/em> dan responsivitasnya. Metodologi ini menggunakan pendekatan agile yang mendasarkan diri pada kebutuhan <em>customer<\/em>. Tujuan utamanya adalah memproduksi produk yang berkualitas tinggi. <\/p>\n\n\n\n<p>Kualitas yang dimaksud bukan hanya terbatas pada hasil akhir, tetapi juga pengalaman bekerja, khususnya bagi <em>developer<\/em>, <em>programmer<\/em>, dan manajer. Proses iteratif metodologi ini terbagi kedalam lima fase, diantaranya:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Planning:\u00a0<\/strong><em>Developer<\/em> dan klien mendiskusikan tujuan produk.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Designing:\u00a0<\/strong><em>Developer<\/em> menetapkan struktur kode sebelum menuliskannya, dengan tujuan mencari simplisitas.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Coding:\u00a0<\/strong><em>Developer<\/em> menulis kode dan mengerjakan ulang strukturnya untuk mencapai simplisitas.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Testing:\u00a0<\/strong><em>Developer<\/em> melakukan <em>testing<\/em> fungsionalitas produk, biasanya hal ini dilakukan secara simultan atau bersama-sama saat fase <em>coding<\/em>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Listening:<\/strong> <em>Developer<\/em> mendapatkan <em>feedback<\/em> dari kliend dan membuat penyesuaian tergantung kebutuhan.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kesimpulan\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p><em>Software development methodology<\/em> memiliki beragam jenis yang dapat digunakan. Meski begitu, umumnya metodologi yang berkembang dan banyak digunakan saat ini adalah yang sifatnya fleksibel; iteratif. Hal tersebut dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan pengguna saat ini yang sangat dinamis.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada info menarik juga buat kalian, bahwa <a href=\"http:\/\/alan.co.id\/en\/\">Alan Creative<\/a> menerapkan <em>agile methodology<\/em> dalam mengerjakan proyek. Oleh karenanya, berbagai macam aplikasi hingga web yang dikembangkan dapat diselesaikan secara cepat dan sesuai dengan keinginan kalian. Kalau kalian butuh <a href=\"http:\/\/alan.co.id\/en\/layanan\/\">jasa layanan pembuatan aplikasi hingga web<\/a>, tunggu apalagi? <a href=\"http:\/\/instagram.com\/alancreativeid\">Hubungi kami<\/a> sekarang juga!<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Halo, Alan Lovers! Dalam mengembangkan sebuah software, dikenal istilah yang disebut dengan software development metodhology. Saat kita melakukan sesuatu, ada metode yang dibutuhkan dan digunakan. Metode berfungsi sebagai pedoman cara atau langkah yang harus dilakukan. Untuk lebih jelasnya, mari kita kenali definisi dan jenis software development methodology yang harus kalian tau. Simak artikel ini hingga [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":4,"featured_media":6736,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_joinchat":[],"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[492],"class_list":["post-6704","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-teknologi","tag-software-development-methodology"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v22.5 (Yoast SEO v26.7) - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Software Development Methodology: Kenali Definisi dan Jenisnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Saat kita melakukan sesuatu, ada metode yang dibutuhkan sebagai bagai pedoman cara atau langkah yang harus dilakukan. Mari kita kenali definisi dan jenis software development methodology yang harus kalian tau.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/alan.co.id\/en\/software-development-methodology-kenali-definisi-dan-jenisnya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Software house dan Creative Agency Nomor 1 di Indonesia.\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Alan Creative merupakan software house dan creative agency yang membantu klien membuat aplikasi android\/iOS, website, konten media sosial hingga KOL management.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/alan.co.id\/en\/software-development-methodology-kenali-definisi-dan-jenisnya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Alan Creative\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/facebook.com\/alancreativeid\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-03-20T12:25:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-03-21T01:53:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/alan.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/00ACEE.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"675\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Rakhadian Kuswana\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@welangsung\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@alancreativeid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Rakhadian Kuswana\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/alan.co.id\/software-development-methodology-kenali-definisi-dan-jenisnya\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/alan.co.id\/software-development-methodology-kenali-definisi-dan-jenisnya\/\"},\"author\":{\"name\":\"Rakhadian Kuswana\",\"@id\":\"https:\/\/alan.co.id\/#\/schema\/person\/356e999375d72a1eda00181a1b96070d\"},\"headline\":\"Software Development Methodology: Kenali Definisi dan Jenisnya\",\"datePublished\":\"2023-03-20T12:25:46+00:00\",\"dateModified\":\"2023-03-21T01:53:18+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/alan.co.id\/software-development-methodology-kenali-definisi-dan-jenisnya\/\"},\"wordCount\":1052,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/alan.co.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/alan.co.id\/software-development-methodology-kenali-definisi-dan-jenisnya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/alan.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/00ACEE.png\",\"keywords\":[\"software development methodology\"],\"articleSection\":[\"Teknologi\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/alan.co.id\/software-development-methodology-kenali-definisi-dan-jenisnya\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/alan.co.id\/software-development-methodology-kenali-definisi-dan-jenisnya\/\",\"url\":\"https:\/\/alan.co.id\/software-development-methodology-kenali-definisi-dan-jenisnya\/\",\"name\":\"Software Development Methodology: Kenali Definisi dan Jenisnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/alan.co.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/alan.co.id\/software-development-methodology-kenali-definisi-dan-jenisnya\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/alan.co.id\/software-development-methodology-kenali-definisi-dan-jenisnya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/alan.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/00ACEE.png\",\"datePublished\":\"2023-03-20T12:25:46+00:00\",\"dateModified\":\"2023-03-21T01:53:18+00:00\",\"description\":\"Saat kita melakukan sesuatu, ada metode yang dibutuhkan sebagai bagai pedoman cara atau langkah yang harus dilakukan. Mari kita kenali definisi dan jenis software development methodology yang harus kalian tau.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/alan.co.id\/software-development-methodology-kenali-definisi-dan-jenisnya\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/alan.co.id\/software-development-methodology-kenali-definisi-dan-jenisnya\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/alan.co.id\/software-development-methodology-kenali-definisi-dan-jenisnya\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/alan.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/00ACEE.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/alan.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/00ACEE.png\",\"width\":1200,\"height\":675},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/alan.co.id\/software-development-methodology-kenali-definisi-dan-jenisnya\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/alan.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Software Development Methodology: Kenali Definisi dan Jenisnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/alan.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/alan.co.id\/\",\"name\":\"Alan Creative\",\"description\":\"Jasa Aplikasi, Jasa Website dan Konten Media Sosial, dan Jasa Logo &amp; Branding di Indonesia\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/alan.co.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/alan.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/alan.co.id\/#organization\",\"name\":\"Alan Creative\",\"url\":\"https:\/\/alan.co.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/alan.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/alan.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/avatar-removebg-preview2.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/alan.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/avatar-removebg-preview2.png\",\"width\":500,\"height\":386,\"caption\":\"Alan Creative\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/alan.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/facebook.com\/alancreativeid\",\"https:\/\/x.com\/alancreativeid\",\"https:\/\/instagram.com\/alancreativeid\",\"https:\/\/tiktok.com\/@alancreativeid\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/alan.co.id\/#\/schema\/person\/356e999375d72a1eda00181a1b96070d\",\"name\":\"Rakhadian Kuswana\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/alan.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8eb5420c4f61577eda3f27ec2f8cfeb72bd550201b2bf852c1b10dfa10cd2be0?s=96&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8eb5420c4f61577eda3f27ec2f8cfeb72bd550201b2bf852c1b10dfa10cd2be0?s=96&r=g\",\"caption\":\"Rakhadian Kuswana\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/alan.co.id\",\"https:\/\/www.instagram.com\/casrak_\/\",\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/rakhadiannoerkuswana\/\",\"https:\/\/x.com\/welangsung\"],\"gender\":\"laki-laki\",\"url\":\"https:\/\/alan.co.id\/en\/author\/rakhadian\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Software Development Methodology: Kenali Definisi dan Jenisnya","description":"Saat kita melakukan sesuatu, ada metode yang dibutuhkan sebagai bagai pedoman cara atau langkah yang harus dilakukan. Mari kita kenali definisi dan jenis software development methodology yang harus kalian tau.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/alan.co.id\/en\/software-development-methodology-kenali-definisi-dan-jenisnya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Software house dan Creative Agency Nomor 1 di Indonesia.","og_description":"Alan Creative merupakan software house dan creative agency yang membantu klien membuat aplikasi android\/iOS, website, konten media sosial hingga KOL management.","og_url":"https:\/\/alan.co.id\/en\/software-development-methodology-kenali-definisi-dan-jenisnya\/","og_site_name":"Alan Creative","article_publisher":"https:\/\/facebook.com\/alancreativeid","article_published_time":"2023-03-20T12:25:46+00:00","article_modified_time":"2023-03-21T01:53:18+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":675,"url":"https:\/\/alan.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/00ACEE.png","type":"image\/png"}],"author":"Rakhadian Kuswana","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@welangsung","twitter_site":"@alancreativeid","twitter_misc":{"Written by":"Rakhadian Kuswana","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/alan.co.id\/software-development-methodology-kenali-definisi-dan-jenisnya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/alan.co.id\/software-development-methodology-kenali-definisi-dan-jenisnya\/"},"author":{"name":"Rakhadian Kuswana","@id":"https:\/\/alan.co.id\/#\/schema\/person\/356e999375d72a1eda00181a1b96070d"},"headline":"Software Development Methodology: Kenali Definisi dan Jenisnya","datePublished":"2023-03-20T12:25:46+00:00","dateModified":"2023-03-21T01:53:18+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/alan.co.id\/software-development-methodology-kenali-definisi-dan-jenisnya\/"},"wordCount":1052,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/alan.co.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/alan.co.id\/software-development-methodology-kenali-definisi-dan-jenisnya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/alan.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/00ACEE.png","keywords":["software development methodology"],"articleSection":["Teknologi"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/alan.co.id\/software-development-methodology-kenali-definisi-dan-jenisnya\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/alan.co.id\/software-development-methodology-kenali-definisi-dan-jenisnya\/","url":"https:\/\/alan.co.id\/software-development-methodology-kenali-definisi-dan-jenisnya\/","name":"Software Development Methodology: Kenali Definisi dan Jenisnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/alan.co.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/alan.co.id\/software-development-methodology-kenali-definisi-dan-jenisnya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/alan.co.id\/software-development-methodology-kenali-definisi-dan-jenisnya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/alan.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/00ACEE.png","datePublished":"2023-03-20T12:25:46+00:00","dateModified":"2023-03-21T01:53:18+00:00","description":"Saat kita melakukan sesuatu, ada metode yang dibutuhkan sebagai bagai pedoman cara atau langkah yang harus dilakukan. Mari kita kenali definisi dan jenis software development methodology yang harus kalian tau.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/alan.co.id\/software-development-methodology-kenali-definisi-dan-jenisnya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/alan.co.id\/software-development-methodology-kenali-definisi-dan-jenisnya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/alan.co.id\/software-development-methodology-kenali-definisi-dan-jenisnya\/#primaryimage","url":"https:\/\/alan.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/00ACEE.png","contentUrl":"https:\/\/alan.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/00ACEE.png","width":1200,"height":675},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/alan.co.id\/software-development-methodology-kenali-definisi-dan-jenisnya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/alan.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Software Development Methodology: Kenali Definisi dan Jenisnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/alan.co.id\/#website","url":"https:\/\/alan.co.id\/","name":"Alan Creative","description":"Jasa Aplikasi, Jasa Website dan Konten Media Sosial, dan Jasa Logo &amp; Branding di Indonesia","publisher":{"@id":"https:\/\/alan.co.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/alan.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/alan.co.id\/#organization","name":"Alan Creative","url":"https:\/\/alan.co.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/alan.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/alan.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/avatar-removebg-preview2.png","contentUrl":"https:\/\/alan.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/avatar-removebg-preview2.png","width":500,"height":386,"caption":"Alan Creative"},"image":{"@id":"https:\/\/alan.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/facebook.com\/alancreativeid","https:\/\/x.com\/alancreativeid","https:\/\/instagram.com\/alancreativeid","https:\/\/tiktok.com\/@alancreativeid"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/alan.co.id\/#\/schema\/person\/356e999375d72a1eda00181a1b96070d","name":"Rakhadian Kuswana","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/alan.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8eb5420c4f61577eda3f27ec2f8cfeb72bd550201b2bf852c1b10dfa10cd2be0?s=96&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8eb5420c4f61577eda3f27ec2f8cfeb72bd550201b2bf852c1b10dfa10cd2be0?s=96&r=g","caption":"Rakhadian Kuswana"},"sameAs":["http:\/\/alan.co.id","https:\/\/www.instagram.com\/casrak_\/","https:\/\/www.linkedin.com\/in\/rakhadiannoerkuswana\/","https:\/\/x.com\/welangsung"],"gender":"laki-laki","url":"https:\/\/alan.co.id\/en\/author\/rakhadian\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/alan.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6704","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/alan.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/alan.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/alan.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/alan.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6704"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/alan.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6704\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7251,"href":"https:\/\/alan.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6704\/revisions\/7251"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/alan.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6736"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/alan.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6704"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/alan.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6704"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/alan.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6704"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}