Teknologi dan Sikap Kita Berteknologi

Teknologi telah banyak mengubah hidup masyarakat dari berbagai aspek kehidupan. Di dunia kesehatan, berkat semakin canggihnya teknologi, manusia dapat melakukan cangkok jantung untuk menyelamatkan hidup. Vaksin pun banyak tercipta sehingga manusia bisa memiliki penangkal dari berbagai penyakit berbahaya seperti influenza yang dahulu menjadi penyakit yang cukup mematikan. Di dunia transportasi, manusia bisa bepergian dari satu benua ke benua lainnya dengan lebih cepat menggunakan pesawat teknologi canggih. Bahkan, ketika pesawat mengalami kecelakaan, teknologi black box bisa membantu memecahkan penyebab kecelakaan. Di dunia pendidikan, saat ini guru bisa mengajar tanpa menggunakan papan tulis, bisa mengadakan tes tanpa menggunakan kertas, dapat menulis tanpa menggunakan pensil dan kertas. Semuanya memang memudahkan aktivitas manusia.

Pernahkah kita menyadari bahwa semakin canggihnya teknologi, maka semakin berubah pula pola perilaku manusia? Kita bisa membandingkan perubahan ini dengan sepuluh atau dua puluh tahun lalu, ketika teknologi belum seramai saat ini.

Teknologi : Menjauhkan yang dekat?

Kapan terakhir kali Anda dan keluarga Anda mengobrol bersama di meja makan? Atau kapan terakhir kali Anda dan keluarga menonton tv bersama di hari Minggu?

Teknologi memudahkan manusia dalam berbagai hal, salah satunya komunikasi. Dulu, hanya rumah-rumah tertentu yang memiliki telepon rumah dan telepon rumah menjadi alat komunikasi paling cepat pada saat itu. Banyak telepon umum yang terpasang di pinggir jalan, dengan deretan orang yang mengantre. Sembari mengantre giliran telepon, orang-orang bisa saling bertegur sapa atau mengobrol tentang apapun.

Semakin modern, tercipta-lah alat komunikasi yang lebih praktis yaitu hand phone. Hand phone memudahkan untuk melakukan telepon dan mengirim pesan singkat (SMS). Pada saat itu, teknologi memudahkan manusia untuk berkomunikasi walaupun belum sepenuhnya. Kemudian muncul smart phone yang seperti benda ajaib, manusia bisa melakukan berbagai hal hanya dengan menggerakkan jempol tangan. Mulai dari telepon (bebas biaya), mengirim pesan (chatting), meng-upload foto/gambar, mendengarkan musik, berjualan, dan sebagainya. Sayangnya, semakin canggihnya alat komunikasi membuat pola interaksi manusia semakin berubah. Dunia maya seakan menjadi nyata bagi manusia dan dunia nyata seakan menjadi dunia maya. Kita bisa terhubung dengan orang yang jaraknya ratusan kilometer dengan kita, tapi kita semakin jauh dengan orang yang jaraknya mungkin tidak ada satu meter.

Saring Informasi Sebelum Sharing

Teknologi informasi memungkinkan informasi apapun dalam format apapun baik tulisan, gambar, foto, video maupun suara dapat tersebar dengan cepat. Cepatnya informasi menyebar, membuat informasi tersebut semakin sulit untuk di saring dan dihentikan penyebarannya apabila diragukan kebenarannya. Sayangnya, tidak semua orang yang bersedia untuk menyaring dan mengecek kebenaran informasi tersebut terlebih dahulu sebelum menyebarkannya. Apalagi dalam beberapa media sosial, terdapat fitur yang memudahkan pengguna untuk sharing link ataupun informasi dengan mudah dan cepat.

Lalu bagaimana supaya informasi yang salah tidak cepat menyebar?

Kuncinya ada pada pengguna itu sendiri. Rasa ingin tahu untuk mem-validasi kebenaran informasi harus dimiliki oleh pengguna. Hal ini bisa dilakukan untuk mencegah semakin menyebarnya informasi yang tidak benar (hoax). Hoax yang tersebar bisa membahayakan banyak orang.

Mudah Berkomentar

Facebook, Twitter dan Instagram menjadi tiga media sosial yang banyak digunakan di Indonesia. tiga media sosial ini menjadi media untuk menyebarluaskan informasi salah satunya aktivitas seseorang. Tiga media sosial tersebut juga menyediakan fitur komentar, yang memungkinkan pengguna untuk menulis komentar. Untuk bisa menulis komentar, pengguna dapat menuliskannya dengan mudah tanpa ada validasi atau persetujuan dari pemilik akun. Sayangnya, banyak komentar negatif yang beredar di media sosial.

Rawan Bullying

Media sosial menjadi tempat bertemunya banyak orang yang bisa saja tidak saling mengenal, namun hal ini tidak menjadi penghalang bagi banyak orang untuk berkomentar pada postingan setiap orang, baik positif maupun negatif. Sayangnya, komentar negatif masih banyak ditemui dan umumnya diarahkan pada seseorang yang tidak disukai. Hal inilah yang bisa menimbulkan bullying dan menyebabkan korban merasa terganggu.

Membandingkan dengan Hidup Orang Lain

Media sosial sangat menarik untuk menjadi media memposting untuk berbagai hal yang umumnya terlihat bahagia. Lalu, dengan melihat postingan orang lain, bisa dengan mudah kita membandingkan hidup dengan orang tersebut. Contohnya ketika melihat kehidupan artis yang kaya raya dan nyaman, kita secara tak sadar membandingkan hal tersebut, seolah-olah orang lain memiliki hidup yang lebih baik dari kita. Padahal kita tidak tahu ada hal apa di balik postingan tersebut.

Membandingkan diri sendiri dengan hidup orang lain bukanlah kebiasaan yang baik. Mengapa? Bisa saja di balik foto tersebut ada usaha, doa dan air mata yang harus dilewati, hanya tidak terlihat saja di depan mata kita.

Teknologi memang telah memberikan sumbangan yang sangat berarti untuk kehidupan manusia di seluruh dunia. Namun, teknologi juga mengubah pola hidup manusia.  

Source Picture : Technology vector created by pikisuperstar – www.freepik.com

Leave a comment