Website Komunitas : Sebuah Upaya Komunitas Bertumbuh Bersama Teknologi

Keberadaan komunitas di masyarakat saat ini menjadi trend, seiring semakin banyaknya kegiatan dan hobi bersama yang bisa dilakukan. Komunitas menjadi wadah bagi orang-orang yang menyukai hal yang sama, seperti hobi maupun kumpulan orang-orang yang memiliki visi dan misi tertentu. Komunitas sering mengadakan pertemuan untuk merekatkan tali silaturahmi dan untuk melakukan hobi bersama-sama, di tengah padatnya aktivitas sehari-hari.

Selama ini komunitas mempublikasikan kegiatannya melalui media sosial pribadi seperti Whatsapp dan Instagram, atau Facebook. Sehingga, kegiatan yang ditampilkan sifatnya kondisional. Sementara itu, keanggotaan sifatnya terbuka dan tidak memiliki struktur yang kaku, berbeda dengan lembaga atau institusi resmi. Sayangnya selama ini, komunitas yang satu dengan yang lain berdiri sendiri, hanya sesekali mengadakan kerja sama untuk komunitas yang memiliki misi yang sama. Ada berbagai jenis komunitas yang sudah ada saat ini, misalnya komunitas motor dan otomotif, komunitas untuk tujuan kemanusiaan, komunitas penggiat lingkungan dan lain-lain.

Untuk komunitas-komunitas yang memiliki misi sosial, sangat penting untuk keberadaannya diketahui banyak orang, termasuk pemerintah dan anak muda. Mengapa? Karena komunitas bergerak berdasarkan kesadaran pribadi masing-masing anggotanya, tanpa tuntutan apapun, yang tentu saja akan sangat membantu pemerintah dalam menghadapi dan menyelesaikan persoalan sosial. Sangat penting rasanya apabila ada sinergi antara komunitas dan pemerintah. Komunitas saat ini banyak digerakkan oleh anak-anak muda yang peduli dengan persoalan sosial, sehingga partisipasi lebih banyak anak-anak muda sangat penting, agar misi tetap bisa ber-regenerasi.

Lalu bagaimana caranya agar komunitas yang memiliki misi kemanusiaan dikenal luas dan partisipasi semakin meningkat?

Salah satu cara agar komunitas dan kegiatannya dikenal masyarakat luas terutama anak-anak muda dan supaya visi misi komunitas tersebut dapat tercapai adalah dengan menggunakan teknologi yang ada. Di era yang sudah serba digital seperti saat ini, sayang rasanya apabila keberadaan komunitas tidak berjalan beriringan dengan perkembangan teknologi. Apalagi, anak-anak muda saat ini cenderung tidak bisa lepas dari teknologi terutama media sosial. Sehingga, sangat mungkin untuk menarik perhatian anak-anak muda berkontribusi dalam dunia komunitas terutama yang memiliki misi sosial.

Salah satu hal yang bisa dilakukan agar komunitas semakin dikenal dengan program dan kegiatannya, komunitas bisa memiliki website sendiri. Bagaimana caranya?

Gunakan WordPress

WordPress adalah website yang menggunakan sistem terbuka sehingga bisa diakses dan dikelola oleh siapa saja. Komunitas bisa mempublikasikan tulisan dan dokumentasi, baik foto maupun video. WordPress bisa dihubungkan dengan media sosial yang sudah dimiliki oleh komunitas, sehingga orang lain bisa mengetahui kegiatan komunitas secara lebih rinci melalui WordPress yang dimiliki komunitas.

Bagaimana Cara Membuat WordPress untuk Komunitas?

Buat akun WordPress

Sebelum membuat akun di WordPress, pastikan komunitas telah memiliki email resmi komunitas. Lalu masuk ke www.wordpress.com. Isilah masing-masing kolom tersebut dengan alamat email, username dan password kemudian klik “Create Your Account”.

Kemudian akan muncul pilihan, situs macam apa yang akan dibangun. Masing-masing pilihan memiliki fitur yang berbeda-beda tergantung fungsinya. Namun, untuk komunitas, sebaiknya pilih “Blog” karena lebih mudah pengelolaannya dan memasukkan konten yang informatif.

Setelah memilih “Blog” kemudian akan muncul tampilan “What is your blog about?”. Pada laman ini, bisa memilih topik apa yang akan diusung. Nantinya, pemilihan topik ini akan berhubungan dengan lay out blog.

Setelah memilih, klik “Continue” untuk melanjutkan.

Kemudian, muncul laman “Let’s get your blog domain”. Di tahap ini, bisa memiliki domain yang diinginkan.

Ada beberapa saran domain yang bisa digunakan dan sebaiknya pilihlah domain yang mudah diingat. Klik “Select” untuk memilih domain yang akan digunakan.

Setelah domain yang diinginkan telah terpilih, muncul halaman “Pick a plan that’s right for you”. Disini ada beberapa saran jenis blog, dengan beberapa pilihan biayanya. Daftar biaya yang ada tidak harus dipilih karena WordPress menyediakan fitur gratis dengan klik “Start with free site” yang ada di kotak warna putih.

Setelah pilih site free, muncul halaman seperti di bawah ini yang menandakan tahap yang dilalui berhasil.

Website WordPress milik komunitas pun akan muncul seperti laman di bawah ini. Ada berbagai fitur (di sebelah kiri dan atas) yang bisa digunakan.

Untuk membuat tulisan, klik kotak Website di dalam kotak warna putih di kanan atas. Kemudian akan muncul laman kerja seperti di bawah ini. Kotak “Add Title” digunakan untuk menulis judul tulisan. Komunitas bisa menuliskan kegiatan yang telah dilakukan di kotak “Add Title” ini. Kemudian, tulis lah deskripsi aktivitas di kotak “Start writing or type / to choose a block”. Komunitas juga bisa memasukkan gambar/foto dengan klik kotak gambar di sebelah kanan dari “Start writing or type / to choose a block”.

Untuk memudahkan pembaca dalam mencari artikel, penulis bisa mengelompokkan tulisan dalam beberapa kategori. Untuk membuat kategori, Add New Category. Kemudian akan muncul kotak New Category Name, kemudian klik Add New Category.

Selain menyisipkan gambaran di tengah tulisan, dapat juga menyisipkan gambar/foto untuk dijadikan sebagai tampilan awal artikel. Caranya adalah dengan klik “Document” di sebelah kanan, kemudian pilih Featured Image.

Klik Set Featured Image, klik Upload Files, Select Files. Lalu akan masuk ke penyimpanan memori komputer. Pilih foto/gambar yang akan dimasukkan sebagai tampilan awal tulisan. Kemudian klik “Set Featured Image”.

Setelah gambar/foto ter-upload, klik “Publish” di sebelah kanan atas. Artikel pun akan ter-publish secara otomatis. Klik View Post untuk bisa melihat artikel yang telah di publish.

Memiliki WordPress sendiri sangat penting bagi komunitas agar setiap aktivitas dan kegiatannya bisa didokumentasikan dengan baik serta lebih mudah untuk disebarluaskan melalui media sosial yang sudah ada. Dengan memiliki WordPress, komunitas juga memiliki branding yang lebih baik.

Source Picture : Business vector created by studiogstock – www.freepik.com

Leave a comment