fbpx
toko-buku-di-tangerang-tangsel-gunung-agung-tangcity

Kenapa Toko Buku Gunung Agung Bangkrut? Ini Jawabannya!

Halo, Alan Lovers! Dalam beberapa waktu lalu, pasti kalian pernah mendapatkan informasi bahwa Toko Buku Gunung Agung bangkrut. Berdasarkan pernyataan Direksi Toko Buku Gunung Agung, keputusan tersebut terpaksa dipilih karena tak mampu bertahan dengan tambahan kerugian operasional.

Toko Buku Gunung Agung sendiri berawal dari kios sederhana milik Tjio Wie Tay pada 1953. Toko tersebut menjual buku, surat kabar, dan majalah dengan nama kemitraan Thay San Kongsie di Jakarta. Sangat disayangkan, setelah berdiri hingga 70 tahun, Toko Buku Gunung Agung harus bangkrut.

Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam mengenai hal ini, kenapa Toko Buku Gunung Agung bangkrut? Apa alasannya?

1. Peralihan Format Menjadi Digital

Format digital yang dimaksud bukan hanya bentuk buku yang didigitalisasi, tetapi juga platform online untuk melakukan transaksi jual-beli buku. Dengan begitu, tentu akan lebih dipilih oleh masyarakat.

Format digital dalam industri buku memiliki sejumlah keunggulan yang signifikan. Berikut adalah beberapa di antaranya:

Aksesibilitas buku dalam format digital dapat diakses dengan mudah melalui perangkat elektronik seperti ponsel cerdas, tablet, atau e-reader. Pembaca dapat mengunduh atau membaca buku elektronik secara online dari mana saja dan kapan saja, tanpa perlu membawa buku fisik.

Portabilitas dalam format digital, seseorang dapat menyimpan ribuan buku dalam satu perangkat, mengurangi kebutuhan untuk membawa buku fisik yang berat dan memakan tempat. Ini memberikan fleksibilitas dan kenyamanan bagi pembaca yang sering bepergian.

Fitur interaktif buku digital dapat memiliki fitur interaktif seperti penanda halaman, pencarian teks, catatan, dan penyorotan. Pembaca dapat dengan mudah mencari dan mencatat informasi penting, membuat proses pembelajaran atau penelitian lebih efisien.

Penghematan biaya buku dalam format digital sering kali lebih murah daripada buku fisik karena tidak ada biaya produksi dan distribusi fisik yang terlibat. Selain itu, pembaca dapat menghemat biaya pengiriman dan waktu yang diperlukan untuk membeli buku fisik secara langsung.

Lingkungan dengan mengadopsi format digital, penggunaan kertas untuk produksi buku berkurang, yang dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Penggunaan buku digital juga mengurangi limbah kertas dan emisi gas rumah kaca yang terkait dengan produksi dan transportasi buku fisik.

2. Kontestasi Dengan Platform Digital

Toko buku online atau daring seperti Amazon, Tokopedia, dan Shopee menawarkan beragam pilihan buku dengan harga yang kompetitif. Mereka juga memiliki kelebihan dapat langsung mengirim buku ke rumah.

Toko online menyediakan aksesibilitas yang lebih luas bagi konsumen. Pembeli dapat dengan mudah mengakses berbagai buku dan katalog secara online dari mana saja dan kapan saja. Toko online juga sering kali menawarkan harga yang lebih kompetitif karena biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan dengan toko fisik.

3. Meningkatnya Biaya Sewa dan Operasional

Untuk mengoperasikan toko fisik melibatkan berbagai biaya, termasuk sewa, utilitas, dan gaji karyawan. Dalam beberapa tahun terakhir, biaya sewa di daerah komersial mengalami peningkatan yang signifikan pada sejumlah kota di Indonesia.

Oleh karenanya, kebutuhan untuk menutupi biaya toko fisik sangatlah tinggi. Namun dalam kondisi persaingan dengan digitalisasi, pemasukan yang didapatkan pun tidak optimal.

4. Perubahan Perilaku Masyarakat

Generasi muda saat ini semakin terlibat dengan konten digital dan menghabiskan lebih banyak waktu di smartphone, tablet, serta komputer. Media sosial, berita daring, dan platform hiburan telah menjadi lebih dominan dibandingkan buku dan majalah.

Menurut Sri Rahayu, kondisi tersebut mengakibatkan penurunan minat dalam membaca untuk hiburan. Pergeseran preferensi membaca ini telah berkontribusi pada penurunan permintaan terhadap buku fisik dan penutupan toko buku offline.

5. Pandemi Covid-19

Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak yang serius bagi banyak bisnis, termasuk toko buku offline. Pembatasan kegiatan, penutupan bisnis non-esensial, dan penurunan ekonomi secara keseluruhan telah mempercepat tantangan yang dihadapi oleh toko buku fisik.

Tertarik untuk mendapatkan artikel unik lainnya? Ikuti terus Alan Creative. Bukan hanya artikel unik, tetapi kalian juga bisa mendapatkan artikel informatif seputar teknologi hingga digital marketing.

Cari semua kebutuhan konten digital hingga teknologi untuk bisnis dan pemerintah hanya di Alan Creative! Termasuk pembuatan website profesional dengan harga terjangkau!

Sebarkan konten ini jika bermanfaat:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn

PORTOFOLIO KAMI:

PRODUK ALAN:

Media Sosial kami:

ARTIKEL POPULER!

Dapatkan info terbaru!

Dapatkan artikel & info terbaru!

Tidak ada spam, hanya artikel dan info terbaru!

KATEGORI ARTIKEL

Banyak artikel lain disini!

Baca artikel lainnya...

Konsultasi aja dulu. Gratis!

Hubungi kami untuk mendapatkan proposal penawaran jika project brief/requirement (dokumen proyek) sudah ada dan lengkap.
Konsultasi yuk ->
Butuh konsultasi?
Hai,

Alan Creative disini, kami berharap anda tersenyum dan bahagia hari ini. Ada yang dapat kami bantu? Jika iya, jangan sungkan menghubungi kami.

Salam hangat,
Alan Creative