fbpx
Hot-Reload-and-Hot-Restart-in-Flutter

Perbedaan Antara Hot Reload dan Hot Restart di Flutter

Halo, Alan Lovers! Saat kita membangun aplikasi menggunakan Dart, pasti akan cukup lama untuk menjalankan eksekusinya pertama kali. Oleh karenanya, Flutter menyediakan dua fitur untuk menyelesaikan masalah ini, yaitu Hot Reload dan Hot Restart.

Kedua fitur tersebut membantu untuk mengurangi waktu eksekusi kode. Lebih cepat dibandingkan melakukan default restart. Penting untuk diketahui, bahwa hal tersebut hanya dapat dilakukan jika kalian pernah menjalankan kode program kalian sekali.

Dalam artikel ini, kita akan membahas perbedaan antara Hot Reload dan Hot Restart di Flutter dan bagaimana cara melakukannya. Simak artikel ini hingga selesai!

Hot Reload

Hot reload merupakan fungsionalitas yang sangat berguna di Flutter. Hal ini merupakan cara termudah dan tercepat untuk melakukan perubahan, memperbaiki bugs, membuat UI, dan menambahkan fitur.

Diperkirakan, hanya membutuhkan waktu satu detik untuk menjalankan fungsinya. Dalam hot reload, kalian tidak perlu memulai ulang atau kehilangan state aplikasi. Namun, jika aplikasi dimatikan (ditutup atau diakhiri), maka hot reload tidak dapat mempertahankan state aplikasi dan perlu untuk memulai kembali dari awal.

Cara Menjalankan Hot Reload

  • Jalankan Flutter editor dari aplikasi atau menggunakan command prompt. Kita bisa menggunakan hot reload di Flutter debug mode.
  • Setelah proyek Flutter kalian telah dibuat, masukan beberapa perubahan di dalam kdoe dan lakukan hot reload.
  • Di windows, kalian bisa menjalankan hot reload menggunakan ‘ctrl+/’. Jika menggunakan mac, kalian bisa menggunakan ‘cmd+s’. Apabila kalian menggunakan command prompt, bisa menggunakan ‘r’ untuk menjalankannya. Selain menggunakan shortcut, kalian juga bisa mengklik tombol hot reload di dalam aplikasi.

Hot Restart

Hot restart memiliki fungi yang sedikit berbeda dengan hot reload. Secara durasi, hot restart lebih cepat dibandingkan full restart. Ini menghancurkan state dari aplikasi kita, dan kode akan dikompilasi ulang sepenuhnya dan dimulai dari state awal.

Hot restart memerlukan waktu lebih lama dibandingkan dengan hot reload tetapi memerlukan waktu lebih sedikit dibandingkan dengan fungsi full restart.

Cara Menjalankan Hot Restart

  • Jalankan Flutter editor dari aplikasi atau menggunakan command prompt.
  • Setelah proyek Flutter kalian telah dibuat, masukan beberapa perubahan di dalam kdoe dan lakukan hot restart.
  • Kalian bisa menjalankan hot restart dengan menggunakan ‘ctrl+shift+/’ Selain menggunakan shortcut, kalian juga bisa mengklik tombol hot reload di dalam aplikasi.

Perbedaan Hot Reload dan Hot Restart

Hot Reload

  • Hot Reload dilakukan dengan sangat cepat dibandingkan dengan hot restart atau restart standar dari Flutter.
  • Jika kita menggunakan state di dalam aplikasi, hot reload tidak akan mengubah state aplikasi.
  • Kita dapat melakukan hot reload dengan menggunakan tombol keyboard ctrl+/.

Hot Restart

  • Hot Restart lebih lambat daripada hot reload, tetapi lebih cepat daripada restart standar.
  • Hot restart tidak mempertahankan state aplikasi, melainkan memulai dari state awal aplikasi.
  • Kita dapat melakukan hot restart dengan menggunakan tombol keyboard ctrl+shift+/.

Kesimpulan

Hot reload dan hot restart memiliki fungsinya masing-masing yang dapat kalian gunakan sesuai dengan kebutuhan.

Ada info menarik juga buat kalian, bahwa Alan Creative menggunakan Flutter dalam mengerjakan proyek. Tentunya, pemilihan technology stack ini disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan kalian. Oleh karenanya, berbagai macam aplikasi mobile yang dikembangkan dapat diselesaikan secara cepat dan sesuai dengan keinginan kalian. Kalau kalian butuh jasa layanan pembuatan aplikasi hingga web, tunggu apalagi? Hubungi kami sekarang juga!

Sebarkan konten ini jika bermanfaat:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PORTOFOLIO KAMI:

PRODUK ALAN:

Media Sosial kami:

ARTIKEL POPULER!

Dapatkan info terbaru!

Dapatkan artikel & info terbaru!

Tidak ada spam, hanya artikel dan info terbaru!

KATEGORI ARTIKEL

Banyak artikel lain disini!

Baca artikel lainnya...

Kelebihan LinkedIn Ads: Cocok untuk B2B!

Kelebihan LinkedIn Ads: Cocok untuk B2B!

Halo, Alan Lovers! Beberapa kelebihan LinkedIn Ads berikut ini wajib untuk Anda ketahui. Salah satunya, LinkedIn Ads cocok untuk digunakan perusahaan B2B. Bagaimana bisa? Yuk

id_IDID

Konsultasi aja dulu. Gratis!

Hubungi kami untuk mendapatkan proposal penawaran jika project brief/requirement (dokumen proyek) sudah ada dan lengkap.
Konsultasi yuk ->
Butuh konsultasi?
Hai,

Alan Creative disini, kami berharap anda tersenyum dan bahagia hari ini. Ada yang dapat kami bantu? Jika iya, jangan sungkan menghubungi kami.

Salam hangat,
Alan Creative